Rabu, 10 Agustus 2016

Overcome your past (I got this from Mt Batur)


25 tahun lalu, saya jalan-jalan bersama keluarga ke daerah puncak. Bapak saya pada saat itu iseng mengajak saya "cross country" menyusuri jalan setapak di daerah puncak. Karena pada waktu itu saya tak mengerti saya mengiyakan saja ajakan tersebut dan mengikuti kemana ayah saya jalan. Ujung-ujungnya menurut saya kegiatan ini memakan waktu yang sangat lama, maka sepanjang jalan saya bertanya kepada bapak saya beberapa statement/pertanyaan:
1.lama bener pa?
2. Masih jauh gak?
3. Ada taxi atau mikrolet gak disini?
4. Ojek ada pa?

Kalau diingat-ingat, sepertinya kalau gw yang jadi bapaknya jangan-jangan sudah gw plester mulutnya :p. Kesimpulan akhir perkenalan pertama saya dengan kegiatan alam tidak menyenangkan, apalagi pada saat itu saya adalah bocah gamer yang bisa maen game selama 14 jam dalam sehari. Setelah ini saya tidak pernah melakukan kegiatan sejenis ini.

>25 tahun kemudian akhirnya setelah menolak berbagai ajakan naik gunung dan kegiatan alam dari lingkungan terdekat, saya memberanikan diri keluar dari "comfort zone" dengan mencoba hal baru. Setelah mengikuti pernikahan friska & michael di Pulau Dewata, pacar saya ingin trail ke gunung batur. Tadinya dia malas mengajak saya karena dia tahu saya sudah menolak ajakan kegiatan alam darinya berkali-kali (tapi selalu ada yang pertama kan dalam apapun).

Gunung batur adalah gunung yang terletak di (You really think i´ll post something like this? Just google it ok). Pada hari-H Kami menggunakan jasa perjalanan travel Yang berada di daerah Ubud. Perjalanan ini dimulai sekitar jam 2 pagi, kami dijemput di tempat kami menginap rumah salah satu kolega di daerah tegal alang. Selain menjemput kami,  mobil tersebut juga menjemput turis- turis lainnya di berbagai penginapan. Total dari rombongan ini ada 6 orang, 1 orang jepang WN Australia, 2 orang perancis dan 1 orang Austria. Dari 4 orang ini ada 1 orang yang sudah ke kilimanjaro (target gw 5 tahun ke depan) dan gunung Jungfrau Di austria. Pada jam 3 kami terlebih dulu dibawa ke suatu check point sebelum menaiki gunung. Di tempat ini kami diberikan makanan dahulu, barulah kami dibawa ke post pertama untuk menaiki gunung batur. Pada pos pertama gunung batur, kami disambut oleh 3 orang guide dimana 3 guide ini dibagi dalam 3 kelompok: kelompok cepat, kelompok sedang dan kelompok yang lambat. Gw dan meiske memutuskan kita masuk ke geng alon-alon kelakon saja. Guide kami adalah bli Jero yang sebetulnya pacenya cepat tapi sangat sabar menemani 2 kura-kura ini.

Awalnya kami berjalan dulu melewati jalanan yang menanjak. Bagian ini menurut saya relatif mudah, lalu menaiki daerah yang berbatu. Daerah ini harus lebih berhati-hati karena apabila salah menaruh kaki, maka kaki akan terluka (kaki saya luka karena sedikit terpleset). Setelah itu daerah lembah yang berpasir. Daerah ini harus pintar mengambil pijakan, agar tidak terpeleset. Setelah melewati berbagai tanjakan setelah 3 jam kami pun bisa sampai ke puncak gunung batur. Buat saya yang malas bermain di alam ini adalah achievement yang membanggakan :)
Selama melewati proses menaiki gunung Batur ini ada beberapa hal yang membuat saya berpikir bahwa ada beberapa hal yang bisa diambil hikmahnya
1. Mind your own business/ stop berkomentar mengenai cara orang lain melakukan sesuatu. 
Kaki saya terluka saat saya mengomentari cara pacar saya memanjat gunung dan melewati halangan. Pada saat mengomentari, saya jadi tidak fokus dan kurang berhati-hati.
2. Help each other. 
Ada beberapa tempat yang memiliki tanjakan cukup tinggi dan kita bisa memudahkan teman perjalanan kita dengan memberikan tangan kita sebagai salah satu pegangan dalam melewati halangan tersebut. Selama bisa membantu dan tidak membahayakan diri, maka lakukan saja.
3. Its fun to go to the top but prepare yourself when you go down.
Randomly gw berpikir bahwa saat kita melewati karier dan kehidupan yang baik, bukan berarti kita harus habis-habisan dan tidak menyisakan tenaga pada saat mengejarnya. Kita harus menyiapkan tenaga dan beradaptasi juga saat kita turun. Dihubungkan dengan hidup, kita semua harus memikirkan dana pensiun pada saat tenaga kita tidak lagi digunakan untuk memanjat puncak karier kita. Jadi bersiaplah, menabung dan mencoba berinvestasi dengan baik.
4. Melangkahlah 1 demi 1, gak usah melihat hal yang terlalu di awang-awang. 
Dihubungkan dengan pengalaman masa kecil, gw tidak lagi melihat tujuan dari perjalanan ini sebagai yang utama. Gw menikmati prosesnya, melangkah 1 demi 1. Pada saat mencapai tujuan gw jadi bisa menikmatinya..
5. You are vulnerable,  careful where you step. 
Menikmati perjalanan bukan berarti kita adalah orang- orang yang buletproof. Hati-hati dalam melangkah karena salah bergerak bisa menyebabkan kita menginjak titik yang salah dan membuat kita jatuh/ melukai diri sendiri.
6. You are Never to late to do what you want. 
Pada saat kami menuruni gunung ada rombongan granny berumur 50-70an yang juga mencoba menaiki gunung ini. Memang mereka lebih lambat dibanding orang lain, tapi saya rasa hal ini sangat luar biasa karena dilakukan oleh seorang berumur yang punya tekad luar biasa.

So guys sekian jurnal perjalanan saya ke gunung Batur. See you di jurnal-jurnal saya lainnya :)

Kamis, 12 Mei 2016

emNTWRK HELP 02: MALIQMUSIC FOR DUMMIES.13 September 2015

Maliq music for dummies:


Berawal dari twitter bung Eddie Mohammad, gw melihat flyer salah satu acara yang menurut gw menarik yaitu: Maliq music for Dummies. So untuk datang ke acara ini gw pun janjian dengan beberapa kawan. Diantaranya Gabriel Mayo dan juga Nova Ruth yang baru diperkenalkan oleh Mayo. Setelah janjian  di daerah pom bensin Radio dalam, kami pun cabcus menuju Markas Maliq di bilangan Bintaro.

Sesampainya disana kami melakukan registrasi ulang dan bertemu dengan beberapa kawan baru. Acara pun dimulai dengan Bung Eddie yang melontarkan ide-ide reflektif tentang kenapa kita berada disini. Setelah itu Eddie langsung memanggil anak-anak maliq untuk sesi Q&A.

Who are you
What are you and what are you up to?
A. Starting music artist with a strong visit and miss job. 
B. just starting music artist
C. Failing music artist
D. Shut up asking the question fuck the industry.

When is your next release or show?

How are you?
A.I am fine, I know i'll be successfull in music.
B.things are dificult but im optimistic.
C. I dont care

Where do you want to do with what youre doing?
A. I want to go big, i want to live only with music
B. i am doing music as a hobby, nothing serious.



Bagaimana cara memaksimalisasi peran member band jadi gak hanya beberapa orang yang "kerja" di band. Ceritakan backgrund awal kalian memilih musik

Ilman: sma saya DO dan memilih belajar teknikal dan non teknikal sejak 2 sma
Jawa: Gak memberikan diri pilihan lain selain musik.

Widi : memutuskan memilih musik, tegang sih pada awal mutusin fokus di musik. Dulu gak ada pilihan selain harus membuktikan. Sekarang di maliq ya harus working, karena punya plan 5-10 thn ke dpn. Situasinya saat ini. membuat passion makin besar, memikirkan segala macam aspek supaya gak ada peluang gagal.

Angga: yang buat bertahan passion. Ada deal dengan ortu saya di 2003. Dealnya lihat di album pertama maliq, recognition dan materi cukup.jadi gw gak usah sekolah lagi. Kombinasi passion dan deal dengan keluarga.

Indah: gw dulu atlet, dan gak pernah kepikiran kerja di kantor. Gw dulu berenang ya berenang terus, terus ada yg ajak band, jadi gw les nyanyi. Lalu gw buat pilihan secara gak langsung maen band. Gw berhasil menemukan teman2 yang seleranya sama. Kebetulan bisa dapat temen2 yg mendukung kesenangan lo.
Yang gw mau ditemukan di band, gak mau kerja kantoran. Gw berusaha survive di kerjaan ini. Karna jamnya bisa diatur. 
Gw jg bekerja di saat orang bersenang2, jadi gmana caranya bisa buat lancar.

Ilman: saya keluar sejak 2 sma dari sekolah lalu belajar musik secaa khusus, karena ini hal yang hanya gw sukain. Setelah itu masuk IMD dengan tujuan yang baru, meningkatkan kualitas.

Jawa: konsekuensi pilihan. gw gak tahu apa itu passion. Gw yang penting bisa hidup dengan musik, bahkan jadi penjaga studio pun gakpapa pada masa sma. Awalnya gw ngamen. Ngecrewin bondan di funkop. Lalu ketemu widi, diajakin maen. Saat dikasih tawaran, ya gw dapet fee. Lalu karena dapat hak, ya kasih aja kewajibannya.

Apa yang dilakukan setelah keputusan menentukan seberapa tinggi minat kalian.

Widi: ini jawa anak disko, gw suka bentuknya dulu. Dia gayanya cut bray. Gw yakin modelnya kaya anak disco funky.Cita2 jawa saat gw tanyain, gw mau kasih susu anak gw pake bass ini. Ini kata2 yang sakral menurut gw. Dulu dapat player jago2 banget tp ya gak mau diatur. Kenapa gw yakin basis meski awalnya gw gak jago? Karena gw gak ada basic drum juga, jadi biar sama2 maju. 

Gw dulu cabut dari teknik sipil UI dulu. Gw akhirnya kuliah lagi di kampus biasa dan IMD. Dari 2005, si jawa suka nanya ke gw kenapa lo tiap hari di studio tiap malam? Itu bagaimana gw mendedikasikan apa yang gw suka. Gw utak-atik alat aampe skrg.

Kapan music bisa gw anggap working. Setelah album 1. 

Angga: Music maliq pada masa itu bukan music yang didengarkan orang pada dulunya. Musicnya neo soul: erykah badu, india arie. Mulai dari 99-2000. Titik terang tahun 2000 namanya indra anak usa. Crowd itu mulai ada karena anak2 amerika ini. Komunitas ini paling hanya 100 orang. 

Formasi awal dari keyboard doang sama vokal, lalu gw sama widi bentuk band. Akhirnya word of mouth dari komunitas ini bisa bentuk kekuatan anak2 abg untuk datang ke four season bahwa maliq itu Hip. Kita ketemu eq (Humania) lalu jadilah album. OM Eqi Sudah diapproach dari tahun 1999, kita akhirnya baru datang tahun 2001-2002 ke dia.

2002-2004 kta proses cari personil-personil band.

Kenapa Eki Humania? 

Karena di keluarga cuma Eki yang dari tahun 1994 sudah punya album yang major dengan humania.

Kenapa produser? 
Orang ketiga yg jadi kuping dan punya pendapat yang berbeda.

Sebetulnya apa yang dibutuhkan anak band supaya bs sukses?
Ilman:  manggung
Jawa: kerja keras
Lale : hasil yg nyata
Widi : open mind
Angga: skill
Indah: survival kit

Cara survive di industi musik?
Angga: Orang jaman sekarang lebih ke additional value bukan real valuenya. Cari tempat dimana lo bisa bernyanyi dan paling tidak 1 orang aja yang nepokin elo. Pernah gak orang yang bagus tapi lo gak pengen tepok tangan = masalah selera. Kita juga ada proses mencari koreografi supaya message lagu kita bisa sampe ke orang. 

Secupu apapun tempat kita manggung, kita harus kasih perfomance terbaik. Kita harus bisa attract penonton meski penonton gak sesuai market. Kita harus punya formula how to attract massa. 
Coba minta Evaluasi dari band dan eo atau pemilik venue.


Widi: bisa kok hidup dari musik. Gw pribadi selama ngeband ngomongin hal itu terus. 

Tahun ke 2 kita whole pack setelah tadinya 4 season kosong. Kita create konsep.
Sekarang gak ngaruh lagi branding2an. Tulus bukan pretty boy, sheila on 7 juga bisa dipelajari. 2008-2009 mereka sempat hilang karena gak laku. Kenapa mereka laku lagi? Masyarakat bosen, mulai cari musik2 berkualitas. Pendengar indonesia seleranya meningkat, orang Indonesia mulai bisa google.

Barasuara and ladies night adalah band saat ini keren banget tanpa album.Ladies night melatih performance. Apa yg lo mau keluarkan sesuai dengan music lo dan pasar lo.

Being open minded di music itu seperti apa? Hal yang sensi, orang yang suka music dan mau jadi musisi harusnya jadi anak band. Ilmu komunikasi & marketing semakin berperan. Banyak peluang di industri musik yang perlu musikalitas. Kalo ngomongin materi, engineer gw lebih kaya dari maliqnya. 

Jangan pake kacamata kuda, nanti gampang kecewanya. Kalo bikin album kan pake uang investor hati-hati. Kalau rugi kadang jadi berhenti maen musik.

Angga: Banyak band bubar setelah mereka keluar album. Buat orang umum paling keren musisinya, buat musisi yang paling keren pencipta lagunya. Evaluasi diri lo bisanya dimana? Sebagai produser atau player?

Banyak band bagus yang jarang keblow out. Untuk mendapatkan materi kadang mereka harus blow. Tips supaya band bisa naek tapi gak turun lagi.

Widi: maliq masih mikirin tiap hari itu. Yang bikin maliq bertahan saat kita fokus langsung ke music kita. Maliq kalo gak laku manggung maka kita evaluasi. Memperbaiki kualitas. Seminggu 3x disini ada les vokal. Musicnya sudah clear, yg penting gmana cara lakunya ke orang. 

Apa itu memperbaiki kualitas?
Widi: bagaimana cara kita memperbaiki diri lebih bagus dari kahitna, sheila on 7, trio lestari.

Jawa: buat performance, kalo lo jadiin motivasi ke diri secara positif. Gw pribadi bikin performance cool. Gw selalu bilang gw punya energi positif lebih besar dari apapun termasuk ampli mati, monitor mati.

Peran penting label and manajemen:
Angga: gak penting2 amat kalo lo sendiri gak ada "modal"nya. Kalo lo punya visi baru penting label. Raissa udah pernah jadi backing vocal ran, nyanyi dimana2. Youtube baru penting buat promosi nantinya.

Widi: semua bagian industri gak penting kalo bandnya belum solid.
fungsi label, ngobrol2 cara promosi. Networking dan sdm mereka mendukung. Masuk label itu ok untuk bisa belajar dari marketing dll. Bisa jadi belajar hal lain, letemu produser2, org digital.

Indah: kita saat ini dibantu management. Kalo bandnya simple ya timnya 1 aja.  Fungsi dia yang bener2 ngenalin kita ke temen2nya kaya si Indra ini. Indra know the product, dia juga punya network. Dulu maliq gak umum, tapi dia punya temen2 yg gak umum. Keberuntungannya Indra, kita sedia kapanpun kita diajak maen. Hubungan indra dan maliq mutualisme.
Dari 1 manajer, tambah crew, kita perlu sound engineer yg tahu maksud musiknya maliq. Semuanya berkembang. Kita sesuain kebutuhan. Kerjain yang paling perlu saat itu dan fokus. Misal yg penting performance bagus. Jadi perlu latihan. Sound engineer jg perlu. Ngebandnya juga gak boleh cuma segitu aja, kita selalu berusaha evaluasi diri dan menerima dievaluasi orang.

Hal terberat yang dilalui Personil-personil Maliq

Ilman: Dulu belajar cakewalk dll di rmh. Ada temen yang masuk nagaswara ngajakin maen. Gw udah 2 tahun bantu mereka tanpa hasil sama sekali. Tapi gw gak mau berhenti, karena gak tahu di titik mana akan sukses atau berhasilnya. Jangan berhenti. Bokap gw gak pernah kasih duit untuk apapun.

Jawa: Dulu maliq maen di manna lounge, gw gak punya bass minjem tapi modelnya kaya kampak. Akhirnya widi memaksa gw beli bas fender patungan.

Lale: Ada momen dimana lo lupa basic dasar seperti lo harus latihan. Gw disuruh milih terus di maliq atau gak. 

Widi: Di awal maliq, waktu cabut dari sekolah. Gw harus membuktikan ke ortu. Sekarang adalah masa terberat juga, tanggung jawab maliq makin besar. Pilihannya mau pensiun atau selamanya. Harus memaintain kualitasnya dan malah makin nongkrong. Kita makin rajin ngumpul dan latihan untuk mikirin bisnis. 
Dua album maliq terakhir kita bikin bukan buat pasar, tapi untuk kepentingan intern band supaya mau tetap ngeband. Kalau lagunya aman-aman terus bisa jadi kita gak kreatif
. 
Angga: masalah terberat penggantian manajer pertama. Dulu gw berperan sbagai konseptor dan bisnismannya. Perantara manajerial sama anak2. Dulu maliq kaya jadi gula diantara para semut. Umur gw dulu masih 25, bingung harus percaya sama siapa karena banyak unsur politis masuk. Gmana cara lihatnya bingung. Ini adalah pengalaman yg bagus, akhirnya bisa ketemu sama temen2 manajemen. 
Di sisi profesional bagi gw semuanya bagus dan semua punya passion. Passion and skill udah bukan advantage. Sebetulnya sedikit aja, koreo maliq harus buat lebih bagus dar koreo sheila. Non teknis yg berat.

Indah: banyak hal yang jadi tantangan buat stay di maliq seperti nyanyi tapi gw lagi hamil. Saat bermasalah pita suara gw jadi gw harus break.

Kesimpulan:
1. Standing point, lo dimana?
Angga: niat itu standing point.

2. Making hits. Bukan buat hits tapi tindakan2 yg berkelanjutan. Kalau Gw ingin ini, harus lakukan ini
3. Evaluasi
4. Konsistensi.

Standing point, niatnya. Do something yang mengarah kesana. 
Making hits: lakuinlah ngebandnya, malah saat udah bebas malah enggak dilakukan. 
Evaluasi: nanya lah ke orang2 lain. Harus objektif dari musuh, temen. 


Thank you bung Eddie buat undangannya dan acaranya. Sesi ini membuka pemikiran dan semoga bisa berguna untuk apapun yang akan gw buat di masa mendatang. Cheers.

Rabu, 29 Juli 2015

Hak Cipta tweet?

Beberapa hari lalu salah satu teman saya Ardi Wilda bertanya mengenai apakah suatu tweet bisa di-Copyright? Pertanyaan ini sebetulnya cukup menarik, karena jawabannya bagi saya: tergantung. Saya baru menemukan fakta bahwa dasar Awe bertanya, sempat heboh ada salah satu akun humor yang isi tweetnya mencuri isi tweet beberapa orang. 

Mengintip definisi dalam UUHC
Terkait hal ini gw merefer ke ketentuan Hak Cipta dalam UU Hak Cipta no 28 tahun 2014:
Dalam pasal 1 ayat 1: 
Hak Cipta adalah hak eksklusif pencipta yang timbul secara otomatis berdasarkan prinsip deklaratif setelah suatu ciptaan diwujudkan dalam bentuk nyata tanpa mengurangi pembatasan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.


Pasal 1 ayat 3
Ciptaan adalah setiap hasil karya cipta di bidang ilmu pengetahuan, seni, dan sastra yang dihasilkan atas inspirasi, kemampuan, pikiran, imajinasi, kecekatan, keterampilan, atau keahlian yang diekspresikan dalam bentuk nyata


Pasal 40
Ciptaan yang dilindungi meliputi Ciptaan dalam bidang ilmu pengetahuan, seni, dan sastra, terdiri atas: 
a. buku, pamflet, perwajahan karya tulis yang diterbitkan, dan semua hasil karya tulis lainnya; 
b. ceramah, kuliah, pidato, dan Ciptaan sejenis lainnya; 
c. alat peraga yang dibuat untuk kepentingan pendidikan dan ilmu pengetahuan; 
d. lagu dan/atau musik dengan atau tanpa teks; 
e. drama, drama musikal, tari, koreografi, pewayangan, dan pantomim; 
f. karya seni rupa dalam segala bentuk seperti lukisan, gambar, ukiran, kaligrafi, seni pahat, patung, atau kolase; 
g. karya seni terapan; 
h. karya arsitektur; 
i. peta; 
j. karya seni batik atau seni motif lain; 
k. karya fotografi;  
l. Potret; 
m. karya sinematografi; 
n. terjemahan, tafsir, saduran, bunga rampai, basis data, adaptasi, aransemen, modifikasi dan karya lain dari hasil transformasi; 
o. terjemahan, adaptasi, aransemen, transformasi, atau modifikasi ekspresi budaya tradisional; 
p. kompilasi Ciptaan atau data, baik dalam format yang dapat dibaca dengan Program Komputer maupun media lainnya; 
q. kompilasi ekspresi budaya tradisional selama kompilasi tersebut merupakan karya yang asli; 
r. permainan video; dan 
s. Program Komputer.

Terkait pertanyaan Awe, maka kita lihat dulu isi tweet itu, apakah terkait ilmu pengetahuan, seni dan sastra? Selain itu dari definisi dalam pasal 40 mana sih yang tepat untuk dijadikan referensi jenisnya? Kalau gw pribadi melihat di point N,P atau S. 
N kalau karya yang diplagiat terdapat editan. P atau S karena masih masuk dalam media komputer.

Pendapat saya, sebuah tweet yang berisikan fakta kejadian, Non ilmu pengetahuan, seni, dan sastra maka tidak bisa dilindungi Hak Cipta.
Contoh Tweet: 
Otw ke senayan
Pengungsi Uganda di Lapo tondongta

Kita tidak usah bicara terlalu jauh untuk menuntut ke pengadilan , faktor yang bicara tentunya faktor U & W (A.k.a Uang & Waktu) . Saat berpikir menuntut melalui pengadilan ada beberapa faktor lain yang harus diperhatikan. 
Pasal 1 ayat 24:
24. Penggunaan Secara Komersial adalah pemanfaatan Ciptaan dan/atau produk Hak Terkait dengan tujuan untuk memperoleh keuntungan ekonomi dari berbagai sumber atau berbayar. 

Pasal 1 ayat 25:
25. Ganti rugi adalah pembayaran sejumlah uang yang dibebankan kepada pelaku pelanggaran hak ekonomi Pencipta, Pemegang Hak Cipta dan/atau pemilik Hak Terkait berdasarkan putusan pengadilan perkara perdata atau pidana yang berkekuatan hukum tetap atas kerugian yang diderita Pencipta, Pemegang Hak Cipta dan/atau pemilik Hak Terkait.
Harus bisa diukur kerugian ekonomi dari tweet yang diplagiat. Apakah kita sudah memiliki parameter pengukurannya?

Kalau sudah merasa bisa menemukan parameternya, maka kita bisa back to basic. Pada dasarnya Hak cipta biasanya berujung ke pembuktian siapa yang pertama kali mengumumkan  (mendaklarasikan dalam bahasa UU), so persiapkan bukti-bukti bahwa anda adalah orang pertama yang mengumumkan.


Opsi tercepat dan murah
Lucunya setelah tweet awe, gw membaca berita di website time pemilik akun @runolgarun melaporkan ke twitter bahwa tweet dia diplagiat oleh salah satu akun twitter.  Hasilnya twitter mensensor tweet plagiat tersebut dan menampilkan teks. 
witheld in response to a report from the copyright holder.

Setelah itu twitter memberi waktu 10 hari kepada pihak yang dituduh melakukan plagiat untuk mengajukan keberatan terhadap klaim hak cipta tersebut. Mungkin pemilik akun humor yang dicaplok bisa mengikuti cara yang sama, lebih murah dan cepat. Kerugiannya mungkin tidak bisa mendapatkan kompensasi apabila dirugikan secara ekonomi. 

So korban-korban akun tweet humor, mari laporkan akun tersebut beramai-ramai ke twitter supaya isi tweet yang diplagiat bisa disensor oleh twitter.

Selasa, 09 Juni 2015

Bagaimana membawa musisi go internasional - acara ngobrol @tempo.co

Acara  Talkshow dimana gw jadi pembicaranya.


Minggu lalu sebelum saya membuat talkshow di daerah Cibinong bersama komunitas studio raka, saya berkesempatan untuk menyaksikam talkshow tempo musik dengan Indra Amenk. Tentunya saya tidak menyia-nyiakan kesempatan ini karena Amenk adalah orang yang berhasil membawa band White Shoes hingga ke 5 benua. Mungkin 1-1nya saat ini di Indonesia yang punya kemampuan seperti ini. Yang menjadi host pada acara ini adalah founder musikator yang merupakan mantan gitaris puppen yaitu bung Robyn. Meskipun datang agak terlambat gw cuma sedikit miss saat performance WSATCC di awal acara.

Berikut beberapa pertanyaan dan rangkuman acara yang berhasil gw tangkap:

1. Apa yg dilakukan seorang manajer sampe diundang berkali2 ke luar negeri?
Mulai dari hal kecil follow up tawaran interview, coba cari contact. Cari venue kecil sambil touring, network ini harus terus diupdate. WSATCC pada awal karier terbantu karena Kerjasama dengan minty fresh records sangat bagus, Promonya serius sekali. 

2. Apakah saat apply Visa bermasalah? 
Repot sebagai dunia ketiga. Biaya untuk  1 grup 2000usd visa kerja, gak boleh visa biasa dan tidak ada jaminan pasti ok. 

3. Cari uang buat tiket gmana pengalaman lo? 
White Shoes modalnya pasti 0, coba cari sponsor dan bahkan hutang ke pihak lain. Permasalahannya adalah kalau sampai sudah diundang lalu gagal muncul, band dari negara kita yang bisa diblack list sama festival sana. 

4. Ini pertanyaan dari gw sendiri ke Amenk. Seberapa efektifkah mengikuti conference di Luar Negeri untuk perkembangan karier band? 
Amenk: efektif sekali. Wsatcc sudah dapat promo dr minty fresh, itu membantu. Menurut Asra WSATCC pernah masuk 20 artist you must see south by south west bahkan berada di bagian tengah halaman koran lokal yang populer. Kuncinya adalah mencari publikasi yang baik sebelum berangkat. 
Pintu pertama yg diketuk oleh WSATCC ya dari sxsw. 

Minty fresh awalnya sempat mundur, menolak ambil WSATCC. Lalu karena kita masuk yahoo music dll baru mereka berani. White shoes masuk ke NY times dan Pitchfork. Review pitchfork yang "galak" lah bisa membantu kita penetrasi pasar luar dengan cepat.



5.Robin kali ini bertanya: Bagaimana cara mengemulate formula wsatcc. 
Amenk malah balik bertanya  "ada yang Mau invest gak?" Cari investor kalo bisa. Investasi ke band bukannya dengan cara ke dahsyat, inbox dll, tp bentuknya lain. Bisa dengan mencari network di negara lain etc. 
Menurut Rio, Amenk menajamkan band dengan mengingatkan bahwa gak cuma musik aja, visualnya jg penting.


6. Apa yang dilihat david tarigan sampe ngambil ke aksara? Dia percaya potensinya ada sesuatu yang gw suka.  Performance dan citra yang ditawarkan, Indonesia banget tapi bisa dinikmati. Sesuatu yang gak dibuat-buat, gak ada di negara mereka tapi bisa dinikmati.
Subpop records nanya ke david apa yang menarik. Biasanya yang gw sodorin tetep ada bau2 indonesianya dan umumnya label-label ini pasti suka. 

7.Bantuan media lokal penting agar bisa penetrasi pasar juga.

8.Teguh Wicaksono bilang berdasarkan pengalamannya waktu kuliah di UK dan banyak berinteraksi dengan orang di sana music sudah pasti harus bagus dan relationshipnya harus kuat. 

9.Ada pertanyaan lain yaitu: Bisa gak sih menghasilkan duit di luar negeri?
Amenk menjawab dengan tegas bisa.

10. Apakah penting kita ngeband dilakukan ke luar? 
Pertanyaannya kita mau ngapain, kalau ngeband? Yang pasti keluar negeri manggung kita akan dapat banyak hal, kaya wawasan dan peluang. Kita orang Indonesia harus tunjukkan bahwa kita pun bisa penetrasi pasar. 

11.Ngakalin biaya? Harus bisa convince orang lain, apa yang lo bawa ada nilainya. Kerjasamalah dengan orang lain, ketok pemerintah, cari endorse. Cari booking agent supaya bisa tour lanjutan. 

Gagal manggung di italia, di expo milano. Undangan dari seorang perancang muda yang akan main untuk mengiringi fashion show dan maen sendiri. Sampai disana, gak ada yg jemput. Gak ada panggung, tidak bisa maen karena tak ada sound system. Banyak juga ternyata Eo yang tidak qualify di luar negeri. 

Dana pemerintah ada, tapi harus ke tangan yang benar. 

Music apa yang bs buat musisinya go international? 
Music adalah refleksi dari si senimannya, cerminan orang yang membawakan atau ada background budaya yg ditampilkan ke orang lain.  Expresi kultur, pengetahuan yang disampaikan pasti sama dengan pembawa musik. Harus ada latbel budaya yg dibawa.  Bjork, Bob marley membawa budaya yang berbeda dan berasal dari Luar amrik.

Julius Manajer Bottlesmoker sang pengantin baru mengajukan pertanyaan:
1.apa lg yang dicari wsatcc sih? Puasa harusnya rekaman, tapi yah biasa itu. Kalo gak yakin sama hasilnya, dipending itu gakpapa. Gak harus on time. Bikin soundtrack, maen di Jeddah. 

2. Pernah gak kejenuhan? Pasti ada. Untungnya kta punya kerjaan masing2, kta sering berbagi lagu dan tuker2 koleksi yg didengarkan oleh masing-masing personil. 

Acara pun diakhiri dengan performance White Shoes yang sudah kita tahu selalu keren. Sampai jumpa di acara musik berikutnya.

Minggu, 01 Februari 2015

The less is more

Hari ini gw membuat beberapa keputusan terkait kehidupan bermusik. Gw dan 2 orang teman berniat untuk membentuk tim songwriter dan mulai meninggalkan format band. Pemikiran ini bermuara dari sulitnya saya mengumpulkan para personil band saya secara lengkap karena memang setiap personil tentunya sudah  mempunyai kehidupan yang cukup sibuk dengan keluarganya. Efek dari hal tersebut adalah sulitnya mendapatkan semua personil untuk bertukar pikiran dengan mentalitas yang masih segar. Pada umumnya tiap orang sudah datang dengan kondisi mental yang sudah agak babak belur dan mencari cara untuk refreshing dengan musik. Belajar dari pengalaman ini, saya mencoba mengurangi beban mental yang biasanya perlu 6 orang ini, menjadi 3 orang saja agar mudah dikumpulkan dengan personil yang lebih sedikit. Diharapkan dengan penerapan azaz Less is more bisa tercapai efektivitas dalam membuat musik. Mungkin Less head involved, More productive result.

.
Anyway hari ini saya juga belajar hal menarik dari Dr. Robi Sondereger dan Leo Bigger yang bercerita mengenai pengalaman mereka mendaki sebuah gunung Jungfrau di Eropa. Mereka berdua adalah orang yang minim pengalaman dalam melakukan pendakian dan membuat keputusan nekat mendaki gunung yang cukup tinggi ini untuk membuktikan bahwa dalam Tuhan Impossible is nothing. Keputusan mereka ini berani karena persiapan mereka cukup kilat hanya 4 minggu saja, tidak seperti orang pada umumnya yang memubutuhkan 6 bulan.

Diperlukan sikap hati yang teguh untuk berani melakukan hal in, tidak bisa mentalnya hanya mental "ah coba-coba saja" lah. Yang dibutuhkan adalah keyakinan 100persen bahwa akan berhasil dalam menaklukan gunung ini. 

Saat melihat tujuan /menghadapi "raksasa", yang bisa kita lakukan adalah menghadapinya selangkah demi selangkah, seperti yang dilakukan mereka berdua saat mendaki gunung yang sangat tinggi ini. Saat melangkah ke depan mereka melangkah dengan faithful tanpa look back dan look too much forward. Step by step, berjalan dengan ketekunan bukan hanya sekedar asal survive saja. 

Terkait dengan the less is more, seminggu setelah melakukan pendakian nekat (dan berhasil) ini, mereka menaiki helikopter dan melihat bagaimana medan yang mereka telah daki. Seharusnya mereka melakukan hal ini seminggu sebelum pendakian tetapi dibatalkan karena buruknya cuaca. Ketidakmampuan melihat medan ini membuat mereka berdua bersyukur, apabila mereka menyadari besarnya gunung yang mereka akan daki maka bisa jadi membuat mereka berdua takut dan membatalkan pendakian. 

Saat tidak mengetahui seberapa besar masalah yang dihadapi, kita bisa melangkah perlahan, maju setapak demi setapak. Tetapi ada saatnya kalau kita mengetahui masalah yang dihadapi sangat besar, kita bisa membatalkan niat untuk menyelesaikan masalah itu. Jadi apapun masalah yang dihadapi tahun ini yah mari dihadapi dan dijalani setapak demi setapak, dan menikmati prosesnya dengan ketekunan. Well happy new year 2015, semoga kita semua semakin sukses di tahun baru ini.



The first step is you have to say that you can. - Will Smith


Jumat, 03 Oktober 2014

Manfaat UU Hak Cipta baru bagi pencipta dan keluarganya

UU Hak Cipta 2014: Kemenangan para pencipta lagu?

Setelah melalui lika-liku yang panjang akhirnya UU Hak Cipta terbaru sudah disahkan oleh anggota DPR pada 16 September 2014 beberapa hari sebelum mereka turun dari masa jabatannya. UU ini menjadi milestone penting bagi para musisi tanah air legendaris Indonesia.

Mengapa hal ini patut kita anggap penting? Dalam UU Hak Cipta terbaru ini terdapat pasal yang menghentikan praktek jual putus hak cipta lagu. Jual putus hak cipta lagu dalam undang-undang ini ditentukan hanya dapat dilakukan selama 25 tahun, setelah itu Hak Cipta sebuah lagu secara otomatis kembali kepada pencipta. Ketentuan ini berlaku 2 Tahun setelah Undang-undang ini disahkan (Berlaku 2016) sehingga Hak ekonomis dalam suatu Hak Cipta kembali lagi kepada pencipta lagu. Praktek ini sering terjadi pada masa musisi sebelum era 2000an. Kita tentunya sering melihat setelah lagu pencipta dibeli oleh pihak label (dengan jumlah yang pada masa itu bisa digunakan untuk membeli mobil dan hal lain yang cukup mewah) lalu pencipta tidak mendapatkan lagi hak mereka atas royati lagunya (dianggap telah dibayar di muka). 

Tentunya para pencipta, anak, cucu, serta pewaris dari pencipta kini bisa berbahagia karena mereka bisa “kecipratan” warisan royalti dari hasil karya lagu tersebut. Pencipta, pewaris & pihak yang merupakan pemegang hak cipta kini bisa menagih royalti kepada lembaga Manajemen kolektif. Akan tetapi ini hanya berlaku bagi para pencipta lagu yang meninggal dunia setelah tahun 1946. Mengapa demikian? Karena Hak Cipta kini berlaku sampai 70 Tahun setelah Pencipta meninggal dunia (diperpanjang 20 tahun dari sebelumnya yang hanya 50 tahun). UU Hak Cipta ini juga mensyaratkan bahwa Hak ekonomi baru dikembalikan kepada pencipta 2 tahun setelah Undang-undang Hak Cipta diundangkan. Apabila pencipta masih hidup hingga melebihi tahun 1946 tentunya pemegang hak cipta masih bisa kebagian royalti meski tinggal sisa sedikit lagi dari masa hak ciptanya. Makin lama pencipta hidup, makin sering kemungkinan pencipta tersebut mendapatkan royalti.


Mengenai penagihan kepada Lembaga Manajemen Kolektif, terlebih dahulu pemegang Hak Cipta harus mendaftarkan diri kepada lembaga manajemen kolektif. Akan lebih mudah tentunya jika pencipta atau para ahli warisnya atau pemegang Hak Cipta mengkuasakan kepada seorang Kuasa untuk melakukan penagihan kepada lembaga terkait. Setelah pendaftaran maka mereka dapat menarik imbalan dari pengguna hak cipta melalui Lembaga Manajemen Kolektif. Dengan adanya Undang-undang baru ini  semoga para pencipta lagu & keluarganya dapat meningkatkan kesejahteraannya terutama pencipta lagu yang tidak dapat menikmati royalti karena praktek jual putus yang dilakukan label musik masa lalu.

Selasa, 09 September 2014

Excuses

File-file lama, sharing di Date beberapa tahun lalu.

Excuses

Kita kadang merasa kalau alasan/excuse itu ada dalam hidup sehari-hari. Di saat mau berbuat sesuatu atau melakukan tindakan yang bahkan kita tahu benar tapi kita sering menunda2. 

Alasan2 itu juga bisa kita lihat di dalam tokoh alkitab beberapa diantaranya:
1. Ada di Kejadian 3 saat adam ditanya oleh Tuhan kenapa memakan buah? Dia beralasan istriku yang memberikan dan istri bilang ular yg menyuruh. Excuses sudah terjadi oleh nenek moyang kita karena dosa dan menunjuk orang lain sebagai pihak yang bertanggung jawab. 

Ini sering terjadi juga dalam hidup kita, simple aja kaya waktu lagi maen bola misalnya ada yang bikin salah satu orang pasti orang itu habis kita cecer sebagai excuses dari kekalahan tim kita. 


2. Kain membunuh habel
Kejadian 4:9  ―► setelah dia membunuh Habel, Tuhan bertanya kepada kain tentang Habel dia berkata manalah kutahu emang saya pengawalnya. Excuses sebetulnya sudah terjadi sebelum dia membunuh habel, pada saat dia persembahannya ditolak Kain sudah "panas" bahkan Tuhan sudah mewarning Kain yang panas karena persembahannya ditolak. Ia (dosa) sangat menggoda engkau, tetapi engkau harus berkuasa atasnya.  ―► karena bersandar pada pengertiannya sendiri (persembahan)


3. Musa pada awal disuruh Tuhan. 
Dia membuat 5 excuse: keluaran 3:11-15 dan keluaran 4: 1-13
A. Saya tidak berpengalaman kel 3:11  ―► dijawab: Aku akan menyertai engkau dan Tuhan memberi dia tanda. 
B. Takut ditolak lingkungan. Kel 3:13 ―► Tuhan berkata kepada Musa mereka pasti tahu siapa yang mengutusmu
C. Takut tidak dipercaya oleh orang Israel. Kel 4:1  ―► Tuhan berkata nanti aku akan memberi mereka tanda
D. Saya ini gagap dan lambat berkata.  ―► Tuhan akan menyertai mulutmu dan membuat omonganmu bisa dimengerti. 
E. Kej4:13 Secara gak langsung Saya ini gak berharga loh, sudah 40 tahun, pernah bunuh orang gak ada yang lain?  ―► Tuhan berkata sudah jalan aja kau akan kusertai dan kuberikan teman (Harun). 

Ini banyak terjadi pada orang2 yaitu pada beberapa temen gw yang dulunya niat maen musik, after that mereka kerja dan ya udah give up aja meskipun mereka tahu beberapa gak enjoy cuma asal kerja doang demi kebutuhan hidup. 


IMO excuses bisa dikalahkan dengan:

1. Tahu Tujuan  ―► Mat 22: 37-39 Memuliakan Tuhan segenap hati dan segenap jiwa dengan segenap akal budimu. 
Buat gw pribadi sekarang ya, meskipun gw tetep kerja bermusik meskipun gw sekular tapu ya gw bisa menunjukkin ke orang i get it from Him. 

2.Bagaimana sikap kita dalam perjalanan itu: Walk with faith not with sight. Sight itu bisa menimbulkan excuses. Saat kita merasa keadaan kurang menguntungkan mulailah kita ngedumel dan beralasan.. 
Korintus 5:7  ―►  hidup kami ini adalah hidup karena percaya bukan karena melihat. 

Daud vs goliat  ―► 1 samuel 17 Daud punya keyakinan bahwa orang yang menghina Tuhan akan dikalahkan, dia punya keyakinan "training" yang dia dapat dari menggembalakan domba dan harus bergulat dengan hewan buas akan menolongnya dan dia Yakin dari beberapa kata2nya Tuhan akan menyertai dia meskipun dia tidak menggunakan pelindung dan senjata seperti yang dipergunakan prajurit pada umumnya. 

Well dulu gw juga begitu sih gw butuh 3 1/2 tahun untuk dapat manggung pertama gw. Band gw yah sudah ada dari 2007 tapi gak pernah ada tanggapan dari segala EO atau apapun itu. Makin kesini ya gw sadar gak ada gunanya juga ngelih beralasan dan jadi negatif, kaya dibilang di ... Just do it dan kaya iklan Nike tadi. 


3.  Rendah hati, Kesediaan seseorang untuk tidak menjadi self centre people: dalam amsal 16:18 kecongkakan mendahului kehancuran dan tinggi hati mendahului kejatuhan. 

Kesediaan kita rendah hati taat dalam tujuan hidupnya dan tidak terjebak ke dalam masalah gengsi dan harga diri. Masalah harga diri bisa menjadi excuses kita dalam melakukan hal-hal yang baik. Tanpa kerendahan hati maka seseorang akan jatuh. Seperti yang dialami raja Uzia dalam 2 tawarikh 26ayat 16 Setelah menjadi kuat ia menjadi tinggi hati dan melakukan hal yang merusak

4. Bersuka citalah  ―► Filipi 1:4. Alasan tidak akan timbul jika kita bersukacita seperti paulus. Dia mengatakan hal ini saat dipenjara tetapi dia memilih opsi berdoa dengan sukacita. Perasaan2 negatif yang akan menyebabkan kita beralasan sulit muncul jika kita tetap bersuka cita dalam kesulitan.