Tampilkan postingan dengan label Mayo Falmonti. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Mayo Falmonti. Tampilkan semua postingan

Rabu, 04 Oktober 2017

Ideal result for unideal situation.

Done! Selesai juga drama kegilaan protocol afro sabtu kemarin dengan manis (tanpa manja grup), dimana protocol afro berhasil mengadakan gig pertama di "Negeri Jiran" tepatnya Cyberjaya. Bermula dari ajakan danny (konserku) berkolaborasi membuat konser tunggal protocol afro di Cyberjaya, gw pun mengiyakan ajakan tersebut tanpa ba bi bu. Drama awal dimulai karena tidak semua personil bisa ikut, tapi seperti biasa karena band ini patternnya modular maka posisi Panji (sebagai gitaris) di gig ini bisa digantikan oleh fotografer kami Nico. Lalu kegilaan berlanjut karena sebagian anak2 cukup stress dan protes dengan kegilaan gw langsung mengiyakan membuat konser tunggal di Malaysia. Mereka berpikir siapa juga yang mau datang dan pesimis, bagus kalau yang nonton bisa dapat 5 orang (Hahaha, terlalu pesimis ya). Jujur awalnya sedikit kesal dengar bagaimana pesimisnya anak2, tapi yah kadang dalam hidup dalam 1 tim harus ada yang membuat keputusan-keputusan gila untuk maju. Bukti nyata kemajuan adalah setelah mengambil gig ini akhirnya band bisa berkumpul untuk berlatih (setelah 1 tahun kurang jelas formasi latihannya).

So fast forward ke hari jelang keberangkatan, tiket kita yang sudah pagi (jam 6an) dengan seenaknya digeser oleh penerbangan ke subuh jam 5.30. Waktu jam penerbangan awal, anak2 sudah protes karena pasti bakalan kurang tidur eh ini malah lebih brengsek lagi jadwalnya. Gw sendiri hanya tidur 2 jam karena ada beberapa hal yang perlu dibereskan di hari jumat. Setelah Personil sudah hampir lengkap di airport, ada kejadian "rusuh" pertama: Kristian (drummer) yang harus menjadi korban drama uber. Ubernya tiba2 menghilang dan dia akhirnya sampai di airport jam 5.10 (Logikanya gak bakal bisa masuk karena ini penerbangan internasional).

Keajaiban terjadi karena kami semua serombongan diperbolehkan check in di counter meski Kris terlambat. Meski boleh check in kekhawatiran (Gw as the manajer) belum selesai karena gw harus menunggu Kris di depan gate imigrasi untuk mengoper bukti check innya. Terima kasih kepada autogate imigrasi sehingga Kris tidak perlu antri dan bisa masuk imigrasi dengan mulus. Drama belum selesai disini, Pedal drum Kristian tidak boleh masuk kabin padahal dia selalu membawa pedal drum setiap manggung ke kabin. So di antara harus memperjuangkan pedal tetapi orangnya yang malah tidak bisa berangkat atau let the pedal go, kita mengambil keputusan let it go lah pedalnya (Sambil joget-joget ala frozen, #kidding). Lalu kami berdua pun berlari check in dan menjadi penumpang terakhir yang masuk ke bus dan pesawat.


Sampai di KLCC.

di KL, rombongan pun bertemu Ferdi (keyboardist) yang sudah lebih dulu sampai di KL sehari sebelumnya. Anak2 lalu menaruh barang di Hotel dan makan. Makanannya pas siang menurut anak2 kurang enak ðŸ˜´, gw cukup hoki karena memesan makanan yang netral.

Setelah selesai makan, kita pergi ke cyber jaya tepatnya elemental space untuk check sound. Sudah lama tidak manggung membuat gw as manajer lupa mengupgrade beberapa item di riders sehingga persiapan check sound berjalan molor untuk melengkapi kekurangan-kekurangan item yang dibutuhkan. Check sound berjalan baik di tengah venue yang akustiknya menurut gw sangat tidak ideal. Suara sound sangat memantul terutama suara drum yang terlalu "Menggelegar".

Keadaan venue pada saat check sound

Selesai check sound kami menuju ke suatu tempat untuk mengadakan sesi pemotretan (Ya perjalanan ini memang paket hemat, karena semua hal dilakukan baik Gig sampai pemotretan). Menurut beberapa teman, foto protocol afro sudah lama sekali tidak ada update. Based on hal itu kita menganggap perlu diadakan pembaruan foto. Sesi pemotretan berjalan lancar dan kami pun kembali ke venue untuk menunggu acara dan makan.


 Keadaan pada saat pemotretan


 Cita-citamu mau jadi apa nak? 
diekspresikan dengan plat mobil ini



Band pertama kick off yaitu Fab Jack, mereka membawakan lagu sendiri dan beberapa lagu cover dari foofighters. Musik mereka buat gw Mengingatkan akan semangat-semangat musik masa remaja. Musik mereka seru tetapi akustik ruangan menurut gw sangat buruk sehingga cukup mengganggu dan saat cymbal dipukul frekuensinya menghancurkan frekuensi alat musik yang lain.


Fap Jack in Action

Sekelar band pembuka, Kris tiba-tiba bilang ke gw bahwa dia mau ganti stick drumnya dengan stick drum yang akustik. Gw berpikir brilian juga nih ide kris untuk mengakali akustik ruangan dengan mengganti stick drum, gw pun langsung mengiyakan usulnya. Setelah selesai manggung gw baru tahu bahwa itu sebetulnya "kecelakaan" karena stick drum awal yang dia gunakan jatuh nyelip ke bawah panggung.

Kita pun mulai mengajak penonton bernyanyi dengan Light it up. Mengajak penonton berdansa dengan electrified, music (dance with me) dan streetside, bersantai dengan paris, serta menjadi prihatin dengan lagu Borneo yang bertemakan orang utan.

Kame kame Ha dari Ditto


Nico : Fotografer Protocol Afro yang nyambil jadi gitaris


Sebagian lagu eclipse, lagunya bisa distreaming dispotify , Apple music, Joox and clipnya disini

Mulai lagu ketujuh kami menunjukkan bahwa memang musik inconsistent pop yang diusung protocol afro bukan sekedar gymmick karena kita menggeber dengan setlist yang relatif lebih keras. Owl, dilanjutkan dengan lagu galau tapi indie rock: radio, single terbaru profro : eclipse, lagu pejuang kebebasan : freedom dan The youth sebagai penutup.




Lapar MAK!!



Vokalis kami kurang makan Paramex





Kris dengan pedal drum yang ternyata lebih enak dan Stick drum "Game changer"

Danny "Konserku" Sang promotor mendokumentasikan Protocol afro


Such a great honor bisa memainkan musik Protocol Afro di Malaysia, gw sangat berterima kasih terutama buat Danny dan Konserku yang membantu konser ini bisa terjadi, Juga teman-teman Magic Cyberjaya, Gak lupa Oscar "Sound Consultant" dadakan kita di venue yang terbang jauh-jauh dari Jakarta buat jalan-jalan malah jadi dapat banyak kenalan di Malaysia, dan semua yang datang di Intimate Concert ini, Gw juga spesial berterima kasih kepada 2 penonton yang membeli VIP Tiket I personally really appreciate that support, Hope you enjoy our gift and show.


1st time visit to Malaysia, hopefuly not the last.

Thank you guys, hope to see you again someday. 


Highlight Konser 2 minggu lalu

Lupa... Pesan moral dari perjalanan tour pendek ini:
1. Berangkat lah ke airport 3 jam sebelum take off, kita gak pernah tahu ada drama apa terkait perjalanan kita menuju airport.
2. Tidak pernah ada "hal kecil", Mengubah 1 stick drum benar-benar bisa menjadikan musik yang tadinya soundnya pecah menjadi sound yang sangat baik. Ketiadaan Riders juga bisa membuat waktu checksound menjadi kacau balau.
3. Saat keadaan mulai statis, lakukanlah extra effort agar menimbulkan ombak dan perubahan. Keputusan mengambil gig malaysia adalah kegilaan yang menurut gw diperlukan agar band ini kembali bisa berjalan.

Selasa, 09 Juni 2015

Bagaimana membawa musisi go internasional - acara ngobrol @tempo.co

Acara  Talkshow dimana gw jadi pembicaranya.


Minggu lalu sebelum saya membuat talkshow di daerah Cibinong bersama komunitas studio raka, saya berkesempatan untuk menyaksikam talkshow tempo musik dengan Indra Amenk. Tentunya saya tidak menyia-nyiakan kesempatan ini karena Amenk adalah orang yang berhasil membawa band White Shoes hingga ke 5 benua. Mungkin 1-1nya saat ini di Indonesia yang punya kemampuan seperti ini. Yang menjadi host pada acara ini adalah founder musikator yang merupakan mantan gitaris puppen yaitu bung Robyn. Meskipun datang agak terlambat gw cuma sedikit miss saat performance WSATCC di awal acara.

Berikut beberapa pertanyaan dan rangkuman acara yang berhasil gw tangkap:

1. Apa yg dilakukan seorang manajer sampe diundang berkali2 ke luar negeri?
Mulai dari hal kecil follow up tawaran interview, coba cari contact. Cari venue kecil sambil touring, network ini harus terus diupdate. WSATCC pada awal karier terbantu karena Kerjasama dengan minty fresh records sangat bagus, Promonya serius sekali. 

2. Apakah saat apply Visa bermasalah? 
Repot sebagai dunia ketiga. Biaya untuk  1 grup 2000usd visa kerja, gak boleh visa biasa dan tidak ada jaminan pasti ok. 

3. Cari uang buat tiket gmana pengalaman lo? 
White Shoes modalnya pasti 0, coba cari sponsor dan bahkan hutang ke pihak lain. Permasalahannya adalah kalau sampai sudah diundang lalu gagal muncul, band dari negara kita yang bisa diblack list sama festival sana. 

4. Ini pertanyaan dari gw sendiri ke Amenk. Seberapa efektifkah mengikuti conference di Luar Negeri untuk perkembangan karier band? 
Amenk: efektif sekali. Wsatcc sudah dapat promo dr minty fresh, itu membantu. Menurut Asra WSATCC pernah masuk 20 artist you must see south by south west bahkan berada di bagian tengah halaman koran lokal yang populer. Kuncinya adalah mencari publikasi yang baik sebelum berangkat. 
Pintu pertama yg diketuk oleh WSATCC ya dari sxsw. 

Minty fresh awalnya sempat mundur, menolak ambil WSATCC. Lalu karena kita masuk yahoo music dll baru mereka berani. White shoes masuk ke NY times dan Pitchfork. Review pitchfork yang "galak" lah bisa membantu kita penetrasi pasar luar dengan cepat.



5.Robin kali ini bertanya: Bagaimana cara mengemulate formula wsatcc. 
Amenk malah balik bertanya  "ada yang Mau invest gak?" Cari investor kalo bisa. Investasi ke band bukannya dengan cara ke dahsyat, inbox dll, tp bentuknya lain. Bisa dengan mencari network di negara lain etc. 
Menurut Rio, Amenk menajamkan band dengan mengingatkan bahwa gak cuma musik aja, visualnya jg penting.


6. Apa yang dilihat david tarigan sampe ngambil ke aksara? Dia percaya potensinya ada sesuatu yang gw suka.  Performance dan citra yang ditawarkan, Indonesia banget tapi bisa dinikmati. Sesuatu yang gak dibuat-buat, gak ada di negara mereka tapi bisa dinikmati.
Subpop records nanya ke david apa yang menarik. Biasanya yang gw sodorin tetep ada bau2 indonesianya dan umumnya label-label ini pasti suka. 

7.Bantuan media lokal penting agar bisa penetrasi pasar juga.

8.Teguh Wicaksono bilang berdasarkan pengalamannya waktu kuliah di UK dan banyak berinteraksi dengan orang di sana music sudah pasti harus bagus dan relationshipnya harus kuat. 

9.Ada pertanyaan lain yaitu: Bisa gak sih menghasilkan duit di luar negeri?
Amenk menjawab dengan tegas bisa.

10. Apakah penting kita ngeband dilakukan ke luar? 
Pertanyaannya kita mau ngapain, kalau ngeband? Yang pasti keluar negeri manggung kita akan dapat banyak hal, kaya wawasan dan peluang. Kita orang Indonesia harus tunjukkan bahwa kita pun bisa penetrasi pasar. 

11.Ngakalin biaya? Harus bisa convince orang lain, apa yang lo bawa ada nilainya. Kerjasamalah dengan orang lain, ketok pemerintah, cari endorse. Cari booking agent supaya bisa tour lanjutan. 

Gagal manggung di italia, di expo milano. Undangan dari seorang perancang muda yang akan main untuk mengiringi fashion show dan maen sendiri. Sampai disana, gak ada yg jemput. Gak ada panggung, tidak bisa maen karena tak ada sound system. Banyak juga ternyata Eo yang tidak qualify di luar negeri. 

Dana pemerintah ada, tapi harus ke tangan yang benar. 

Music apa yang bs buat musisinya go international? 
Music adalah refleksi dari si senimannya, cerminan orang yang membawakan atau ada background budaya yg ditampilkan ke orang lain.  Expresi kultur, pengetahuan yang disampaikan pasti sama dengan pembawa musik. Harus ada latbel budaya yg dibawa.  Bjork, Bob marley membawa budaya yang berbeda dan berasal dari Luar amrik.

Julius Manajer Bottlesmoker sang pengantin baru mengajukan pertanyaan:
1.apa lg yang dicari wsatcc sih? Puasa harusnya rekaman, tapi yah biasa itu. Kalo gak yakin sama hasilnya, dipending itu gakpapa. Gak harus on time. Bikin soundtrack, maen di Jeddah. 

2. Pernah gak kejenuhan? Pasti ada. Untungnya kta punya kerjaan masing2, kta sering berbagi lagu dan tuker2 koleksi yg didengarkan oleh masing-masing personil. 

Acara pun diakhiri dengan performance White Shoes yang sudah kita tahu selalu keren. Sampai jumpa di acara musik berikutnya.

Sabtu, 17 Desember 2011

Where are we now? Special thanks to my Friend

Yes where are we now??????
Itulah pemikiran yang ada hari ini. Awal perjalanan manggung Protocol Afro bermula 1 tahun lalu 17 Desember 2011 perjalanan ini dimulai. Sebelum tanggal tersebut gw meminta tolong salah seorang teman saya yaitu Diana Rikasari untuk membuat artwork yang bisa dijadikan cover single Protocol Afro. Dia membuat satu artwork yang keren menurut gw


Setelah artwork ini jadi, gw sempat melihat Diana mengadakan acara bersama teman-teman bloggernya di mazee (FX). Gw bertanya kepada Die bisa gak Protocol Afro ikut main? Dia bilang Ok bisa diatur lah may, so akhirnya pecah telor juga nih Protocol Afro :).

Kegilaan awal berlangsung pada 15 Agustus 2011 di Global radio, untuk mempromosikan acara Fashion blogger ini pengisi acara dipanggil untuk ikut interview dan akustikan di Radio. Pada hari H ternyata anak2 Protocol Afro sedang sibuk dan cuma gw saja yang ada waktu. Gw berpikir vokalis gw bisa ikut so gw datang dengan membawa gitar, sayang pada akhirnya vokalis gw tidak ikut karena mendapat job dadakan dari tempat kerjanya. Kegilaan pun dimulai, gw ditodong akustikan padahal gw bukan vokalis. Ya nyanyi lah gw on air sejakarta dengan keringat dingin dan nada dasar C Minder....

Mengenai apa yang gw alamin sewaktu manggung pertama bisa dibaca di Tumblr gw (Blog yang lama). The point of my blog post today is:

Dalam hidup semuanya mengalir seperti bola salju, mulailah segala sesuatu dengan hal kecil it will roll bigger and bigger.

Gw berkata begitu karena semua yang gw alami dalam membangun Protocol Afro dimulai dari hal kecil dan semuanya akan membesar dengan sendirinya baik disadari maupun tidak. Siapa yang berpikir dari manggung akustikan di acara fashion blogger berujung ke International gigs dan kemarin Protocol Afro baru saja double manggung di TV Nasional maupun acara kampus (pertama kali buat Protocol Afro) dimulai dari hal kecil yang gw anggap penting. Gw gak pernah peduli dengan pemikiran orang mengenai apa yang gw pikir dan alami, gw cuma fokus saja dengan hal itu dan tujuan akhirnya. Last but not least

Gw mewakili Protocol Afro benar-benar berterima kasih kepada teman kami Diana Rikasari yang membantu kami memulai perjalanan yang menarik ini.Thanks a lot karena bantuan itu adalah awal dari peningkatan kepercayaan diri anak-anak Protocol Afro. I hope I wear Up nantinya akan menjadi brand yang besar dan bisnisnya yang lain pun sukses :)




Our First live Gigs with Music (Dance with me)

Selasa, 04 Oktober 2011

Doraemon dan Khayalan masa kecil

Dulu yang hidup di era 90an pastinya ingat sama Doraemon? Doraemon pada masanya kan sering membuat orang-orang suka berkhayal tentang alat2nya, berkhayal punya pintu kemana saja, mesin waktu, roti pintar dll. Jaman dulu gw pernah kepikiran untuk minjam mesin waktu doraemon untuk pergi ke taman eden. Kepikiran mau bunuh tuh ular yang nyuruh nenek moyang kita makan buah terlarang. Waktu kecil gw berpikir hal ini perlu supaya manusia gak hidup dalam kesulitan seperti saat ini.
  
Pada akhirnya setelah gw lebih berumur menyadari bahwa ide gw itu ternyata cukup gila dan membuat hidup tidak menarik ya. Bayangkan saja semua orang baik semua,gak mau ngerugiin orang, rajin dan segala sikap positif lainnya. Hidup tentunya akan jadi tidak menarik karena hidup kita semua seragam persis satu sama lain. Well in the end I know I love rock and roll life :)) . Rock and roll disini bukan dalam arti jadi orang yang serampangan dan murni tanpa aturan ya, but how to look problem for different perspective. Kita diciptakan dengan berbagai macam jenis, sifat, kelemahan dan kekuatan yang intinya kita harus saling bekerjasama dan toleransi yang satu dengan yang lain. Jangan cuma lihat suatu masalah dan kelemahan seseorang dari kacamata kuda saja, yah kita lihat juga backgroundnya, akar masalah dll barulah kita membuat kesimpulan. Gak jelas ya? harap maklum udah ngantuk hehehe, sudah ah sign off dulu ciao.

Jumat, 30 September 2011

Tidak Mampu atau tidak mau? Speak up your Ideas!!

"gak mampu gw!", "ah gak bisa gw!" alasan klasik yang sering kita dengar di lingkungan kita, dan gw merasa hal ini adalah tanda bahwa kita membatasi diri kita untuk mendapatkan suatu peluang. Gw mau mencoba membagikan pengalaman gw pribadi tentang skill dan kadang pentingnya kita membicarakan apa yang ada di otak kita meskipun hal itu kita lakukan secara tidak langsung.

Biasanya gw dengan band gw Protocol Afro manggung dengan formasi yang kurang lebih sama, yaitu 2 orang additional: 1 keyboardist dan 1 gitaris. Pada suatu kesempatan keyboardist gw merasa sepertinya dia tidak bisa untuk ikut serta dalam manggung itu karena untuk panggung yang ini  perlu cuti paling tidak 1 hari, alhasil gw sedikit pontang-panting mencari keyboardist pengganti. Dapatlah satu teman yang akan menjadi additional pengganti, skill bermusik ok dan adaptasinya bagus tetapi dia pada akhirnya tidak bisa ikut membantu kami karena ada masalah yang harus dibereskan. 

Pada saat itu gw teringat ada teman yang pernah memasang gambar Esplanade sebagai profile pics BBMnya. Gw pun berpikir, kalau orang ini udah majang gambar ini, secara tidak langsung dia punya impian dan kemauan untuk bermain disana dan gw yakin dia akan melakukan yang terbaik. Akhrinya gw menghubungi teman gw tersebut Yaitu Ferdi salah satu orang yang bertanggung jawab di balik band Soulflou. Pada latihan pertama memang terlihat secara skill keyboardist aditional gw yang lain secara teknis jauh lebih baik, tapi keinginan dia untuk melakukan yang paling ok dengan keterbatasan skill yang dimiliki menghasilkan output yang keren. Long story short yah akhirnya kita pun berhasil manggung di Baybeats 2011 yang diadakan di esplanade dengan sukses dan buat Gw keputusan gw mengajak Ferdi hanya karena gambar Esplanade ternyata tepat bahkan dia juga melakukan hal-hal kreatif yang bahkan oleh songwriter band gw sendiri tidak terlintas untuk dilakukan. By the way sekalian promo juga, kalian bisa lihat review Protocol Afro disini ya Review Protocol Afro at Baybeats 



Moral of the story buat gw: Keterbatasan skill tuh bukan halangan dalam melakukan apapun, kalau jadi orang cuma minderan aja mah gak akan pernah maju. Selain itu kalau punya ide atau harapan share lah hal itu ke dunia, You'll never know how God can help you to achieve it.